Cool Japan - Inspiring . Fascinating . Delightful | Clozette Indonesia
Sumber foto: @pigeon_baby_indonesia

Hari Batik Nasional telah berlalu, semua warga Indonesia pastinya menyambut dengan antusias menggunakan pakaian batik kebanggan Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki warna dan corak batik yang beragam dengan makna yang berbeda. Pigeon sebagai brand produk perlengkapan bayi terpercaya pada tahun ini meluncurkan botol dan perlengkapan makan bayi bercorak batik untuk menyambut Hari Batik Nasional 2019. Kontribusi Pigeon untuk melestarikan batik Indonesia telah diperkenalkan sejak tahun 2014, dengan membuat botol bermotif batik dengan corak berbeda setiap tahunnya.

Pada tahun 2019 Pigeion menggandeng designer batik berbakat, Iwet Ramadhan. Kolaborasi yang dilakukan ini tidak luput dari kesamaan prinsip yang dimiliki oleh kedua belah pihak, yaitu mengembangkan produk yang berkualitas serta melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. Sehingga meluncurkan botol Pigeon dengan karakter Phoenix (Lok Can) memiliki filosofi sebagai simbol keabadian, kekuatan perempuan dan keanggunan. Sedangkan motif Sulur (Rumput) merupakan simbol tumbuhan yang bermakna agar dapat berkembang dengan baik.


Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan peralatan makan bayi dengan motif Batik merak, kupu-kupu, dan bangau karya Iwet Ramadhan yang turut diluncurkan. Tidak sampai disitu, Pigeon juga memperkenalkan kain batik tulis bermotif Pheonix hasil membatik dari ibu-ibu Rusunawa Pulo Gebang Timur binaan Iwet Ramadhan dan kain gendongan batik tulis bermotif Phoenix. Pigeon terus mendukung ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan mengembangan penelitian selama 60 tahun di Pusat Riset Pigeon di Jepang ‘Joso Laboratory’.

Penelitian mengenai perilaku menyusu pada bayi yang baru lahir ini menganalisa perkembangan mulut dan rahang bayi serta ‘sucking behavior’. Hasil penelitian inilah yang mendorong Pigeon merancang dot agar bayi tetap mendapatkan ASI dan menyusui secara alami apabila Ibu tidak dapat memberikan Asi secara langsung. Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division, Pigeon menjelaskan bahwa semua botol Pigeon serta motif batik menggunakan tinta Food Contact Grade.




“Untuk feeding set motif Batik dan kain gendongan dengan batik tulis yang di tahun ini kami hadirkan untuk pertama kali. Dan Batik tulis merupakan karya seni sesungguhnya dari Batik, sehingga dengan diperkenalkannya koleksi terbatas kain Batik tulis ini, kami ingin mempersembahkan karya terbaik kami kepada masyarakat luas”, tutur Anis Dwinastiti.

Seluruh koleksi batik akan ditampilkan pada ‘Pigeon Batik Exhibition’ ini diharapkan pengunjung dapat menikmatinya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yang kurang beruntung, Pigeon akan mendonasikan sebagian penjualan botol motif Batik terbaru kepada dua Yayasan yaitu Yayasan Sekar Mlati senilai Rp. 50 juta dan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) senilai Rp. 100 juta.

READ MORE ON THIS TOPIC