Cool Japan - Inspiring . Fascinating . Delightful | Clozette Indonesia


Sedang mencari aktivitas baru untuk mengisi akhir pekan? Ada baiknya kamu mengadaptasi “Gallery Hopping”, Clozetters. Aktivitas berkeliling ke beberapa galeri seni dan museum ini dapat memanjakan mata sekaligus memberikan inspirasi yang menyegarkan.

 

Salah satu galeri seni di bilangan Jakarta Pusat, Art:1, bisa menjadi tujuan aktivitas ini. Bekerjasama dengan British Council, Art:1 tengah menggelar pameran tunggal dari 4 seniman mancanegara. Pameran seni yang dibuka tanggal 22 Agustus 2019 lalu ini menampilkan karya-karya dari Pure Evil bertajuk “High Society”, Osamu Watanabe dengan “Kawaii Aesthetic”, Shingo Okazaki dengan “Intuitive Form”, dan Noel St. John Harnden dengan “Transformation: Through The Veil”.






Masing-masing seniman memiliki karakter dan ciri khasnya sendiri yang berbeda. Pure Evil, misalnya. Lelaki yang lahir dengan nama Charles Uzzell Edwards ini aktif sebagai seniman jalanan dengan ciri khas manipulasi warna dan elemen air mata yang ikonik. Melalui “High Society”, seniman asal London, Inggris, ini menampilkan karya-karyanya yang modern dengan sentuhan kebudayaan Indonesia seperti motif batik yang ditransformasi dari teks bertuliskan Pure Evil. Ia juga melukis bapak proklamator kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno, secara langsung di hadapan para pengunjung yang hadir ketika pembukaan pameran. Karya-karya menarik Pure Evil dapat kamu temukan di ruang M1 Art:1.





Dari seni jalanan, Art:1 mengarahkan pecinta seni ke budaya populer khas Jepang. Yup, apalagi jika bukan pop kultur ‘kawaii’.  Osamu Watanabe menjelaskan bahwa ‘kawaii’ sebenarnya memiliki nilai yang lebih dalam dari sekedar ‘cute’. Adaptasi ‘kawaii’ tak hanya tercermin pada gaya berpakaian, tetapi juga melingkupi tingkah laku dan sikap yang menebarkan energi positif.




Dalam “Kawaii Aesthetic”, Osamu Watanabe memunculkan binatang-binatang karakter fabel yang manis dan identik dengan cerita masa kecil. Binatang-binatang ini dibalut dengan dekorasi dan material yang mirip dengan kue, permen, dan makanan manis lainnya. Karya Osamu yag berada di ruang G2-M2 ini terasa tepat untuk melepaskan penat sembari bernostalgia dan berfantasi dengan karakter-karakter hewannya.





Beralih ke seniman dari negara yang sama. Shingo Okazaki, seniman asal Jepang, memajang karya hasil eksplorasi artistiknya yang paling mutakhir. Seniman kontemporer ini memperlihatkan karya-karya abstrak dalam “Intuitive Form” dengan goresan kuas, garis-garis tak sempurna, tumpukan kertas, dan kolase objek sebagai ‘jejak’ waktu. Shingo melukis dengan intuisi yang instan dan emosi yang segera, hal tersebut membuat seluruh karyanya saling terkoneksi antara satu sama lain. Kamu bisa berkontemplasi dengan karya-karya Shingo ini di ruang M2.




Satu lagi seniman mancanegara yang berpartisipasi dalam pameran ini, yakni Noel St. John Harnden. Lelaki kelahiran 1967 ini telah 6 tahun mengeksplorasi konsep seni lukis yang digabungkan dengan video digital. Hal ini memperlihatkan objek lukisan Noel yang seakan ‘hidup’ dan ‘bergerak’ di dalam kanvas, yang juga bisa kamu lihat dalam “Transformation: Through The Veil” di ruang M3.

 


Penasaran dengan karya-karya yang disebutkan di atas? Kamu bisa melihatnya langsung mulai pukul 10.00 – 18.00 (Selasa – Sabtu) atau 10.00 – 16.00 (Minggu) di Art:1 New Museum, Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3, Jakarta Pusat. Pameran ini terbuka untuk umum dan akan digelar hingga tanggal 22 September 2019 mendatang.


READ MORE ON THIS TOPIC